Ungkap Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Bawah Umur di Polda Sultra,Masuki Tahap Pengambilan Keterangan Saksi Kunci Kembali

0
369

Indomitramedia.com

Jakarta |.  Pada Minggu   04 mei 2010

Kornas TRCPPA atau bunda naumi ,selesai berkoordinasi dengan Kuasa Hukum korban bapak Saddangl SH

“Hari ini jadwal pengambilan keterangan saksi kunci yaitu bapak Robert dan hasil nya setelah di laporkan ke bunda naumi .yang mendampingi saksi kunci adalah Bapak Saddang SH rekan dari TRCPPA INDONESIA.Ternyata hasil pengambilan keterangan sama dengan keterangan video kesaksian saksi kunci tersebut” Terang KORNAS TRC PA Bunda Naumi Kepada Indomitramedia.com

“Ya kita tinggal menunggu hasil nya .karena jika keterangan saksi kunci itu sama yaitu memang ada kejadian penamparan maka ,sudah cukup bukti kan ” Ujar bunda naumi.

Besok orang tua korban menurut keterangan dari kuasa hukum korban akan hadir si polda Sultra.semoga masalah ini segera selesai dan akan terkuak sebuah kebenaran dan korban mendapat kan keadilan.
Kita kawal terus ya…??”  kalimat penutup dari ketua nasional perlindungan anak dab perempuan indonesia Bunda nuami.

“ini saya lampir kan keterangan kronogis kejadian dan data .

Berdasarkan Laporan polisi nomor : LP/121/III/2020 tertanggal 10 maret 2020, Oman Siampa mendatangi Polda Sultra melaporkan dugaan kekerasan oleh YS salah satu oknum Purn. Polisi berpangkat AKBP atas dugaan tindakan kekerasan terhadap anak kandungnya Richard Ervito Siampa (8).

“Tindakan kekerasan oleh YS diduga dilakukan di salah satu sekolah dasar (SD) swasta di kota Kendari”.

Atas tindakannya, YS diduga melanggar UU Perlindungan Anak No. 23/2002 Pasal 80 Ayat (1) UU berbunyi : setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak, dipidana dengan penjara paling lama 3(tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp. 72.000.000,-(tujuh puluh dua juta rupiah).

Hasil pemeriksaan oleh penyidik, Keterangan Pelapor/Orang Tua/Ayah Kandung korban, Menerangkan bahwa benar telah terjadi kekerasan terhadap anaknya, akibat dari kekerasan itu, anak saya muntah-muntah sebanyak 15 kali, kepalanya pusing, terang Oman Siampa kepada TRC PA.

Dampak lain anak saya mengigo sambil teriak ketakutan, kemudian saya bawa anak saya kerumah sakit dan dirawat selama 5 hari dirumah sakit bahteramas (bukti rawat inap, resep obat, bungkus obat yang dikonsumsi dan hasil pemeriksaan ada pada kami), karna rasa pusing belum hilang, maka saya membawanya ke laboratorium Maxima Laboratorium Klinik untuk discan pada bagian kepala(hasil scan ada pada kami), tambah Oman.

Korban(Richad Ervito Siampa) menyampaikan bahwa saat itu terlapor menerobos masuk ruang kelas, dan kedua telinganya (Korban) di tarik hingga merasa seperti diangkat keudara,
Korban juga menyebutkan kedua pipinya ditampar, dan di tunjuk – tunjuk serta di ancaman dengan bahasa terlapor akan menembak korban bersama bapaknya.

Dampak lain, Korban menyebutkan kepala terasa pusing seperti gasing berputar. Sementara saksi/Wali Kelas (Rober Rupang) membenarkan bahwa terlapor menerobos masuk ruang kelas Korban,terlapor memegang kedua telinga Korban dan menempelkan kedua tangannya ke pipi kiri dan kanan Korban,

Saksi juga membenarkan terlapor menunjuk dan mengancam Korban dengan bahasa akan menembak Korban dan Bapaknya, sesuai pengakuan saksi, keterangan yang di sampaikan sama dengan yang saya sebutkan kepenyidik, saya diberikan pertanyaan sebanyak 14 point.

Saksi Nenek Korban (Sutia)melihat Korban sedang menangis,mendengar informasi dari Korban bahwa Korban menangis karna di ancam dan di tampar serta ditarik teringanya oleh terlapor.

Tanggal’ 18 April 2020, Pelapor bersama PH mendatangi Penyidik Polda untuk menanyakan perkembangan perkara tersebut, berkaitan dengan itu kami (Pelapor) mendapat keterangan melalui Kasubdit IV Kriminal Umum bahwa Keterangan visum menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan,Keterangan saksi wali kelas menyatakan tidak ada kekerasan.Oleh karena itu pihak jajaran kepolisian Polda Sultra segera mengadakan gelar perkara, sebagai dasar hukumnya yakniU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, PERKAPOLRI Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia” Urai Kornas TRC PA Bunda Naumi Dengan runut dan Terbuka”(Sumber : Kornas TRC PA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here