Penanganan Kasus Mutilasi Terhadap 4 Warga Sipil di Kab. Nduga, Kapendam XVII/ Cendrawasih Beri Keterangan Pers

0
83

INDOMITRAMEDIA.com

Nduga Papua | Terkait perkembangan penanganan kasus pembunuhan disertai Mutilasi 4 warga sipil dari Kab. Nduga yang melibatkan Oknum Prajurit TNI pada tanggal 22 Agustus 2022 Di Sp.1, Distrik Mimika Baru, Kab. Mimika.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Herman Taryaman, S.I.P., M.H. menyampaikan, sbb :

1. Bahwa saat ini proses penyidikan terhadap 6 (Enam) orang Prajurit TNI AD sebagai tersangka dan para saksi telah selesai. Selanjutnya untuk Berkas Perkara Tersangka Myr HFD telah diterima Pomdam XVII/Cenderawasih untuk dilakukan penelitian kelengkapan persyaratan formil dan materiilnya dan akan dilimpahkan ke Kaotmilti IV-Makassar.

Sedangkan perkara Kpt Inf DK dkk 4 org saat ini dalam proses resume dan melengkapi administrasi berkas perkara dan direncanakan pd hari Rabu, 21 Sept 2022 akan dilimpahkan ke Pomdam XVII/Cenderawasih untuk dilakukan penelitian syarat formil dan materiil selanjutnya dilimpahkan kepada Kaotmil IV-20 Jayapura.

a. Adapun keenam Prajurit tersebut, sbb :

1) Mayor Inf HFD
2) Kapten Inf DK
3) Praka PR
4) Pratu RAS
5) Pratu RPC
6) Pratu ROM

b. Dari keenam Prajurit tersebut, saat ini 3 orang telah berada di Instalasi Tahanan Militer di Waena, Jayapura, sbb :

1) Mayor Inf HFD
2) Pratu RAS
3) Pratu RPC

c. 3 orang lainnya masih berada di Subdenpom Timika, sbb :

1) Kapten Inf DK
2) Praka PR
3) Pratu ROM

2. *Bahwa masing-masing para Oknum Prajurit TNI AD dikenakan pasal berlapis.*

a. Tersangka a.n. Mayor Inf HFD

– *Sangkaan Pasal : Psl 365 ayat (4) KUHP Jo 340 KUHP jo 339 KUHP Jo 170 ayat (1) jo ayat (2) ke-3 KUHP jo 221 ayat (1) KUHP jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Psl 126 KUHPM jo 148 KUHPM.*

b. Tersangka 5 orang, Kpt Inf DK, Praka PR, Pratu RPC, Pratu RAS, Pratu ROM

– *Sangkaan Pasal : Psl 365 ayat (4) KUHP Jo 340 KUHP jo 339 KUHP Jo 170 ayat (1) jo ayat (2) ke-3 KUHP jo 406 ayat (1) KUHP jo 221 ayat (1) KUHP jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP.*

3. *Sebagai bentuk transparasi dan akuntabilitas Proses Hukum, maka dilaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan Komnas HAM RI agar diperoleh keadilan dan kepastian Hukum dari semua pihak.*

Komnas HAM RI telah memeriksa Para Terdakwa 3 orang di Instalasi Tahanan Militer di Waena dan 3 orang di Subdenpom Timika ( rls)

Redaksi IMM
Heri Purwanto, SE.,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here