Menjaga Anugerah Iman dan Islam..

0
143

Indomitramedia.com-nasional

Anugerah yang terbaik seorang hamba adalah iman dan islam.
Dan tidak ada yang lebih penting dan lebih berhaga untuk dijaga selain itu.
Dan kenikmatan beriman dan berislam yang Allah berikan kepada seseorang merupakan anugerah terbesar. Kenikmatan dan anugerah yang tidak semua orang mengetahuinya, tidak semua orang mensyukurinya kecuali sedikit dari mereka yang diberi taufiq oleh Allah.

Firman Allah:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
”Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhoi islam sebagai agamamu “ (Al Maidah : 3)

Berkata Imam Hasan Al-Bashry رحمه الله,

رأس مال المسلم دينه فلا يخلفه في الرحال ولا يأتمن عليه الرجال
“Modal pokok seorang muslim adalah agamanya, maka jangan tertinggal didalam perjalanan dan jangan pula merasa aman atasnya seseorang.”

“فمن كان مخلصاً في أعمال الدين يعملُها لله؛ كان من أولياء الله المتقين أهل النعيم المقيم”

“Barangsiapa yang memurnikan Amalan-amalan agamanya yang dia kerjakan semata-mata karena Allah, maka dia termasuk wali-wali Allah yang muttaqin, menjadi penghuni kenikmatan (surga) yang abadi”

Imam Ibnu Abil ‘Izz Al Hanafi rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya tidak akan ada kehidupan bagi hati, kesenangan, dan ketenangan kecuali dengan mengenal Rabbnya dan sesembahan yang menciptakan dirinya melalui nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya.

Dan hal itu disertai dengan kecintaan kepada-Nya yang jauh berada di atas kecintaan dirinya terhadap segala sesuatu selain-Nya. Hal itulah yang akan memicu kesungguhannya dalam mendekatkan diri kepada-Nya jauh lebih keras daripada upayanya untuk mencari kedekatan diri kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Dan merupakan sebuah perkara yang mustahil bagi akal manusia untuk bisa mengenali dan memahami itu semua secara langsung dan terperinci. Maka sifat kasih sayang Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang menuntut perlunya diutus para rasul dalam rangka memperkenalkan diri-Nya, mengajak manusia untuk beribadah kepada-Nya, memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang memenuhi seruan mereka, dan memperingatkan orang-orang yang meyelisihi mereka…”

Wallahu a’lam(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here