Klarifikasi Kapolres Kepulauan Sangihe Terhadap Postingan Melalui Medsos Penahanan Seorang Ibu an.fransiske Teodora Nagaring Bersama Anak nya.

0
359

Indomitramedia.com

Sangihe |  Pres Rilis/Klarifikasi Kapolres  Sangihe Kepulauan  AKBP. Tony Bhudi Susetyo Sik

Yang diterima KORNAS TRC PA Bunda Naumi

“Assalamualaikum wr wb
Salam sejahtera
Saloom

Pada hari Senin tgl. 27 April 2020 telah dititipkan tahanan Polres an. FRANSISKE THEODORA NAGARING ke Polsek Manganitu atas kasus PETI (Penambangan Emas Tanpa Ijin) sesuai dengan pasal yang disangkakan yaitu pasal 158 UU RI No. 4 th 2009 jo pasal 55 ayat (1), pasal 56 ayat (2) KUHP. Adapun status Ibu tsb sdh kami tetapkan sbg Tersangka karena ibu tsb terbukti sbg Pemilik lahan dan sengaja memberi kesempatan para penambang utk beraktivitas. Saya sbg Kapolres sdh melakukan interogasi kpd anggota piket jaga di Polsek atas dugaan info yg beredar di Medsos sampai kenapa bisa anak tsb ada didalam sel…? Ybs kami titipkan ke Polsek karena kami tetap memperhatikan physical distancing dan ybs skrg msh tahap proses sidik. Keterangan dari Piket bhw mereka sdh melarang Ibu tsb membawa anaknya ke dalam sel, tapi atas dasar kemanusiaan dan atas permintaan dari Ibu tsb setelah selesai jam besuk, maka akhirnya diijinkan oleh anggota piket utk menemani Ibunya didalam Sel karena keterangan anggota piket tdk ada pilihan lain disebabkan Ibu tsb terus memohon, dan pada pagi hari anak tsb dijemput oleh adik TSK an. Desi I Mandiangan. Sebelum anak tsb dijemput difoto dan di upload di medsos karena disuruh oleh seseorang dgn harapan kasus tsb bisa ditangguhkan… Saya selaku Kapolres jg ada tekanan dari masyarakat pemerhati lingkungan, Tokoh masyarakat, LSM dan Stake Holder yg ada di Kab. Kepl. Sangihe utk melakukan penertiban PETI yg efeknya sangat merusak lingkungan. Kami sdh berkoordinasi dgn Forkopimda utk mencari solusi thd para penambang PETI melalui program dari Pemda utk nantinya bisa bekerja kembali seperti profesinya sebelum ada aktivitas PETI melalui program Padat Karya dgn memberikan pelatihan2. Jadi isu yg berkembang di Medsos bahwa Polres menahan Ibu dan anaknya yg msh berumur 2 tahun itu *TIDAK BENAR* karena tidak sesuai dgn fakta yg ada. Kami mengucapkan terima kasih yg sebesar2nya kepada :
1. Ketua Nasional Perlindungan Perempuan & anak Ibu Jeni Claudia Lumowa (Bu Naomi) atas sarannya agar menyediakan ruang khusus utk Ibu dan anaknya saat jam besuk.

Pengacara Hotman Paris

2. Bang Hotman Paris selaku Pengacara Senior yg sdh ikut serta memperhatikan kasus tsb.
3. Forkopimda & Stake Holder Kab. Kepl. Sangihe yg mendukung kinerja Polres

KORNAS TRC PA Bunda NAUMI

4. Rekan2 wartawan, LSM & tokoh masyarakat pemerhati lingkungan hidup yg sudah memberikan Support.

Demikian klarifikasi Saya Kapolres Kepl Sangihe AKBP. TONY BUDHI SUSETYO, SIK”

(Redaksi IMM /Heri Purwanto .SE)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here