Catur Handoko Ketua KTNA kab.Muras di Periksa Penyidik Kejari Lubuk Linggau,Terkait Dana Hibah Tahun 2020 Sebesar 1 Milyard lebih diduga fiktif

0
42
Indomitramedia.com
Sumsel |
Penyidik Kejaksaan Negri (Kejari ) Lubuklinggau ,Rabu 24/3 2021 siang melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Kontak Tani dan Nelayan (KTNA) Kabupaten Musi Rawas, Catur Handoko, atas kasus dugaan tindak pidana Korupsi dana Hibah KTNA tahun
anggaran 2020 yang diduga Fiktif dengan besaran mencapai Rp.1,075,000,000.
Dalam pemeriksaan terhadap Catur Handoko selaku Ketua KTNA Kabupaten Musirawas Sumatra Selatan ini sudah yang ke dua kali ,namun Catur Handoko ini kali ini  membawa Tabung Oksigen yang mana tabung tersebut dibawa oleh seorang rekanya lengkap dengan selang oksigenya hal itu menyita perhatian banyak orang yang ada di Kejaksaan Lubuklinggau .
Saat di temui awak media Rabu 24/3 2020 sore hari sekitar pukul 17.00 Wib dirinya mengatakan dirinya sedang sakit dan terpaksa membawa Tabung Oksigen .
“Ya saya sedang sakit jantung dan harus bawa tabung oksigen ,”katanya dilangsir dari Borometer 99.com
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Aan Thomo didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Yuriza Antoni membenarkan melakukan pemanggilan dan mendengarkan keterangan saksi .
“Ini pemeriksaan yang kedua kalinya ,dari tingkat penyidikan ke tingkat penyelidikan ,”ujar Aantomo .
Tahapannya sudah dua kali pemanggilan dari saksi bisa saja menjadi tersangka tapi kita laksanakan tahap demi tahap dulu dan juga kita menghormati Pak Catur ini katanya lagi sakit .
Tahapan kedua ini pemeriksaanya mengenai siapa pemberi hibah itu dan siapa penerimanya ,”Nah kalau untuk penerimanya sendiri adalah Catur sendiri selaku Ketua KTNA di Kabupaten Musirawas .
“Selain penerima kita juga akan panggil beberapa orang lagi yang mengetahui aliran dana ini ,”jelas Kasi Intel Kejari Lubuklinggau.
Informasi yang di himpun media
 anggaran hibah KTNA di Kabupaten Musi Rawas senilai Rp.1,075,000,000 yang diperuntukan untuk kegiatan Pekan Nasional (PENAS) tahun 2020 di Sumatera Barat (Sumbar) yang mana kegiatan tersebut  batal dilaksanakan lantaran pandemi Covid-19. Sementara uang Hibah terebut Terealisasi dan belum dikembalikan oleh Oknum ketua KTNA, sehingga diduga terdapat kerugian Negara.(Heri.P)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here