5 orang Kawanan Pemeras Pengusaha POM Mini di Pasuruan ini di Ringkus Polisi

0
601

Indomitramedia.com

Pasuruan|Komplotan yang berjumlah 5 orang asal Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya dibekuk oleh tim Satreskrim unit Vl Jatanras, Polres Pasuruan, Polda Jatim pada Jumat (27/3) sekira pukul 10.00 WIB pagi.

Kelima orang tersebut ditangkap atas dugaan telah melakukan tindak pidana pemerasan kepada korban MS seorang penjual BBM Pom mini diwilayah Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Mendapat informasi adanya kejadian pemerasan, dengan sigap dan cepat anggota Satreskrim unit Vl Jatanras di bawah komando Kasat Reskrim AKP Andrian Wimbarda, S.I.K dibantu anggota Lalu Lintas Polres Pasuruan yang sedang melaksanakan Operasi Pekat Semeru 2020 dan warga sekitar melakukan pengejaran terhadap para pelaku.di lansir dari Indonesia expres.co.id

Alhasil kelima pelaku berhasil ditangkap di jalan raya daerah Kampung Baru, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan tepatnya didepan Bank Mandiri. Benar saja saat dilakukan introgasi kepada para pelaku tersebut, mereka mengakui telah melakukan tindak pidana pemerasan terhadap korban MS.

“Berkat informasi adanya tindak pemerasan, saat itu kami bersama anggota lalu lintas dan dibantu warga sekitar dalam pengejaran berhasil mengungkap dan menangkap pelaku tindak pidana pemerasan”. Kata AKP Adrian Wimbarda selaku Kasat Reskrim, Polres Pasuruan.

Bahkan dalam melancarkan aksi pemerasan tersebut, beberapa dari pelaku ada yang mengaku sebagai anggota kepolisian (Buser). Selanjutnya menuduh korban MS telah menimbun BBM dan berdalih akan membawa korban ke Polres.

Belum sempat menikmati hasil dari tindak kejahatan pemerasan yang dilakukan, para pelaku harus menerima hadiah pahitnya tidur didalam sel jeruji besi tahanan.

Diketahui bahwa dari kelima pelaku tersebut masing-masing bernama Chandra Irawan (35) warga Kelurahan Wedoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Achmad Hanafi (33) warga Kelurahan Sambungrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Bemi Sudiarto (35) dan Budi Prasetyono (32) asal desa yang sama yakni Desa Peraktimur, Kecamatan Pabean, Kota Surabaya, sementara pelaku an.
Bagus Tegar Prasetyo (27) adalah warga Kelurahan Putatjaya, Kota Surabaya.

Kejadian bermula pada saat itu Jumat (27/3) sekira pukul 05.30 wib pagi, pelaku dengan mengendarai mobil Daihatsu Sirion warna putih nopol W-1865-RT warna putih mengikuti korban saat membeli BBM disebuah SPBU di Gondanglegi Kecamatan Beji.

Kemudian korban menuju ke kios pom mini miliknya di Dusun Minggir, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Setelah itu 3 orang pelaku mendatangi korban, sedangkan yang 2 pelaku lain menunggu di dalam mobil.

Aksi drama pun dilakukan, pelaku atas nama Bemi Sudiarto mengaku dari Buser Polres dan menuduh korban menimbun BBM. Selanjutnya mengancam akan membawa korban ke Polres Pasuruan dan meminta uang kepada korban sebesar Rp. 2.500.000 berdalih untuk menyelesaikan masalah.

Namun saat itu korban hanya mempunyai uang Rp 400.000 yang berada di meja kasir pom mininya, akan tetapi tersangka tetap meminta uang sebesar Rp. 2.500.000.

Kemudian korban mencari uang sebesar Rp 2.500.000 dengan cara hutang ke tetangganya dan setelah itu pelaku mengambil uang Rp. 400.000 yang di meja kasir pom mini tersebut.

Belum sempat menikmati hasil dari tindak kejahatan pemerasan yang dilakukan, para pelaku harus menerima hadiah pahitnya tidur didalam sel jeruji besi tahanan dan terancam dijerat pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan.

“Setelah kita amankan pelaku berikut beserta barang bukti hasil dari tindak kejahatannya, kemudian yang bersangkutan kami bawa ke Polres Pasuruan guna proses sidik lebih lanjut”. Tambahnya AKP Adrian.

(Redaksi IMM /Heri Purwanto SE)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here